#SIP SIM (Sistem Informasi Manajemen) dan SPK (Sistem Penunjang Keputusan)



A.    Definisi


Ismail (2013) mengatakan sistem informasi manajemen adalah serangkaian sub-sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional mampu menstransformasikan data sehingga menjadi informasi dengan berbagai cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer. Fatta (2007) menyebutkan, pada level manajemen berfungsi mebantu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan dengan menyelidiki resume rutin dan laporan-laporan tertentu. SIM mengambil data mentah dari TPS dan mengubahnya menjadi kumpulan data yang lebih berarti yang dibutuhkan manager untuk menjalankan tanggung jawabnya.

Agar lebih jelas, dapat dilihat video penjelasan mengenai SIM berikut ini:



Menurut Turban (2001) Sistem Penunjang Keputusan atau Decision Support System (DSS) merupakan sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat. SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik. Sprague dan Watson (1993) mendefinisikan sistem penunjang keputusan sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama, yaitu: sistem berbasis komputer, dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan, untuk memecahkan masalah rumit yang rumit untuk dilakukan dengan kalkukasi manual, melalui simulasi interaktif dan data serta model analasis menjadi komponen utama.



Agar lebih jelas, dapat dilihat video penjelasan mengenai SPK berikut ini:




B.     Konsep SIM dan SPK




Menurut Moorty (2017) sistem informasi manajemen dirancang dari organisasi untuk berfungsi secara halus. SIM merupakan  instrumen pembuat keputusan yang digunakan oleh manajemen untuk mengontrol. SIM mengumpulkan informasi dan menyediakan laporan yang bermanfaat. SIM menampilkan data seperti proses organisasi, prosedur operasi, kontrol internal dan persiapan audit.



Agar lebih jelas, dapat dilihat video penjelasan mengenai SIM berikut ini: 





Talathi mengatakan bahwa sistem penunjang keputusan (SPK) merupakan sistem interaktif komputer yang membantu untuk membuat keputusan dan menyelesaikan masalah yang tidak terstruktur. SPK memiliki beberapa keuntungan, diantaranya adalah, SPK mampu untuk menjadi solusi dari masalah yang kompleks, SOK mampu menganalisis analisis kuantitatif dalam waktu yang sebentar. Data dan model konstruksi  dikerjakan menggunakan partisipasi pengguna. SPK mengurangi jumlah kesalahan keputusan. Keputusan yang diambil oleh SPK lebih memiliki kesempatan untuk berhasil.



Agar lebih jelas, dapat dilihat video penjelasan mengenai SPK berikut ini: 



C.    Model SIM dan SPK


Sistem Informasi Manajemen (SIM) terbagi dua komponen, yaitu sistem informasi manajemen fungsional dan sistem informasi manajemen fisik. Komponen sistem informasi manajemen fungsional meliputi: sistem administrasi dan operasional, yaitu: mencakup bagian personalia, administrasi. Sistem ini ditugaskan untuk melakukan hal-hal yang rutin dilaksanakan. Selanjutnya adalah sistem pelaporan manajemen, yaitu bagian yang bertugas menyiapkan laporan yang bersifat periodik. Sistem database, yaitu sistem yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi. Sistem pencarian, yaitu berfungsi untuk memberikan informasi yang dibutuhkan, guna pengambilan keputusan. Yang terakhir adalah manajemen data, yaitu berfungsi sebagai media penghubung. Sedangkan komponen pendukung fisik, adalah perangkat keras, yaitu hardware bagi suatu sistem informasi meliputi monitor cpu, printer, mouse dan lain-lain. Selanjutnya perangkat lunak, yaitu berupa file yang terkandung di dalamnya. Database, file berisi program dan data, yang terdata di penyimpanan secara fisik. Prosedur merupakan komponen fisik yang tersedia berupa buku panduan dan instruksi. Yang terakhir adalah personil atau brainware, yaitu meliputu operator komputer, analisis sistem, programmer dan lain-lain.



Agar lebih jelas, dapat dilihat video penjelasan mengenai SIM berikut ini:

                                              



Sistem Pendukung Keputusan dibangun oleh tiga komponen besar yaitu database Management, Model Base dan Software System/User Interface. Komponen SPK tersebut dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini.




a.          Database Management:

Merupakan subsistem data yang terorganisasi dalam suatu basis data. Data yang merupakan suatu sistem pendukung keputusan dapat berasal dari luar maupun dalam lingkungan. Untuk keperluan SPK, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.

b.         Model Base:

Merupakan suatu model yang merepresentasikan permasalahan kedalam format kuantitatif (model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan, termasuk didalamnya tujuan dari permaslahan (objektif), komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. Model Base memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan solusi alternatif.

c.          User Interface:

Terkadang disebut sebagai subsistem dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen sebelumnya yaitu Database Management dan Model Base yang disatukan dalam komponen ketiga (user interface), setelah sebelumnya dipresentasikan dalam bentuk model yang dimengerti computer. User Interface menampilkan keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukan dari pemakai kedalam Sistem Pendukung Keputusan.



Agar lebih jelas, dapat dilihat video penjelasan mengenai SPK berikut ini:





D.    Peranan SIM dan SPK dalam Pemecahan Masalah Bidang Psikologi




Sistem informasi manajemen digunakan untuk menyimpan data, bertukar informasi dan menyambungkan koneksi antar pengguna. Dalam bidang psikologi juga dapat digunakan untuk bertukar pesan antara psikolog dan klien.

Sistem penunjang keputusan digunakan untuk pemilihan keputusan klinis yang digunakan untuk diagnosis medis. SPK sangat berpengaruh dalam membuat keputusan yang terbaik saat menjalani proses klinis sang psikolog, karena penggunan SPK akan mengurangi resiko gagal suatu keputusan.



Fatta, H. (2007). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Yogyakarta: Andi Offset.

Moorty, S. (2017). The Concept of Management Information System. https://bizfluent.com/about-5526191-concept-management-information-system.html, diakses 31 Oktober 2018 pukul 15.00

Sprague, R., H. (1989). Decision Support Systems: Putting Theory Into Practice. Englewood Clifts: Pretince Hall.

Raksha, T. Decision Support System: Concept, Characteristics and Benefits. http://www.yourarticlelibrary.com/business/decision-support-system/decision-support-system-dss-concept-characteristics-and-benefits/69757, diakses 31 Oktober 2018 pukul 16.37
Turban, E., & Aronson, J., E. (2001). Decision Support Systems and Intelligent Systems. Upper Saddle River: Prentice Hall.

Post a Comment

0 Comments